20.3.12

belajar dari mas Dika

ahad kemaren ada resepsi nikahan kakak-nya suami adek iparku..(nah lho bingung yak heheh)..
tamu yang datang tumpah ruah berjibun jadi satu..

di tengah hiruk pikuk para tamu yang berjubel menyaksikan acara temu manten, mata bunda dan abi tertuju pada mas dika.. mas dika adalah keponakan sulung kami, anak kakaknya abi.

mas dika nampak asyik berlarian , berkejar-kejaran dengan seorang anak laki-laki sebayanya. mungkin itu anak salah satu tamu yg juga hadir di acara resepsi, seperti kami juga.
yup..kami tidak mengenal anak itu, mas dika pun tak saling mengenal dengan anak itu.
tapi yg menarik, mas dika dan anak itu tampak asyik saling berkejaran bergantian..

melihat bunda yg asyik mengamati mas dika, abi pun berujar :
"seharusnya kita orang dewasa bisa mengambil pelajaran dari anak2 kecil itu, lihat aja mereka bersosialisasi dengan teman baru tanpa ada prasangka sehingga mereka pun tampak asyik berdua. mereka bersosialisasi seperti apa adanya mereka dengan kepolosan mereka, tanpa ada prasangka buruk, tanpa berpikir macem-macem, tanpa melihat status dan latar belakang mereka"
sebenarnya ini bukan kali pertama kami ngliat mas dika selalu asyik ngobrol dimanapun dengan orang2 yang baru dikenalnya. pernah suatu ketika mas dika tertarik melihat seekor monkey yang dirantai di pohon di depan toko, tanpa ragu pun mas dika menghampirin penjaga toko dan ngobrol sana sini menanyakan perihal monkey itu..

seringkali kita (bunda kali ya) sebagai orang dewasa kesulitan untuk beradaptasi dengan orang baru, dengan tempat baru, lingkungan baru .. mungkin kita harus belajar dari mas dika.. di luar sana pasti banyak mas dika mas dika yg lain yg mengajarkan banyak hal kepada kita.

yuuk, lembutkan hati kita, buka pikiran kita mencoba mengambil pelajaran dari anak2 kecil yg masih polos , yg menjalani hari-hari mereka dengan ceria tanpa beban..

trimakasih mas dika..
mas dika

2 komentar:

  1. prasangka Baik tu modal bersosialisasi, modal pertemanan, persaudaraan, ponakan kecil dika salah satu contohx yg bs jd conto..
    contoh besarx suasana acara manten tu sendiri,,bagekan pasar malam yg menghadiri silih berganti..orang datang,,kl abi amati tu krn kebaikan keluarga yg punya hajat (kakek waldan) yg bs kerkomunikasi dgn siapapun tanpa melihat keadaan orangx dan bs nrima apa pun keadaan orang lain...smoga Abi, Bunda Almair sayang bs menconto kebaikan orang2 disekitar,, smoga menjadikan modal biar banyak Saudara, Amiin.

    BalasHapus