beberapa minggu belakangan ini nampak penghuni baru di komplek rumah kami.
selisih 3 rumah dari rumah al, ada penghuni baru yang baru saja pindahan menempati rumah itu
sepasang suami istri yg baru saja lulus dari UGM dan sang suami baru saja mendapatkan panggilan kerja di sebuah perusahaan pupuk ternama di gresik.
istrinya baru saja melahirkan seorang bayi perempuan yg cantik, namanya afifah..
al kerap memanggilnya dek ifah, karena masih kesulitan memanggil kata afifah..
seperti layaknya ketika ada anggota keluarga yang melahirkan, maka rumah itu pun ramai dikunjungi orang tua abi dan uminya ifah..
kedua besan perempuan selalu tampak akur jalan-jalan bersama dan menyapa para penghuni komplek, termasuk menyapa bunda..
dari penampilan dan keramahan sekilas, keluarga mereka adalah keluarga yang "islami".. yup,,, bukan sekedar keluarga yg beragama islam, tapi keluarga yang benar-benar menerapkan nafas2 islami dalam kehidupan keseharian mereka..
neneknya ifah (ibunya abinya ifah) yg saat ini masih berada di sini, ketika satu per satu anggota keluarga mereka telah kembali ke kampung halaman mereka..
setiap pagi selalu menggendong ifah berjemur, dan setiap pagi pula bunda selalu berusaha menyempatkan diri "membersamai" ifah dan neneknya... ada rasa suka berdekatan dan ngobrol dengan neneknya ifah..
ada rasa penasaran akan keramahan beliau
ada rasa ingin belajar meneladani beliau
obrolan ringan dan santai selalu mengalir ketika kami bertemu, obrolan yang hangat dan mengalir seolah kami sudah kenal lama.. ah mungkin karena beliau orang sunda, pikir bunda gitu, orang sunda kan terkenal ramah2..
terkadang dari depan rumah ifah, sang nenek melambaikan tangannya ketika bunda akan berangkat kerja
terkadang sang nenek ikut bermain bersama al
terkadang sang nenek membantu mengembalikan jemuran tetangga yang terjatuh tertiup angin
terkadang di waktu dhuhur yang panas terik menyengat disini, sang nenek berjalan kaki dengan payungnya sambil menenteng mukena untuk sholat berjamaaah di masjid yg letaknya tidak bisa dibilang dekat dari komplek kami
senyum dan sapa ringan sekali mengalir dari wajah dan mulut beliau... ooo alangkah indahnya dunia ya, klo semua umat islam bisa begitu
iri...iri... bunda iri sekali.. pengen rasanya menjadi orang yang ramah, baik, santun, ibadahnya baik seperti beliau
iri.. rasa-rasanya ga apa-apa kan klo bunda iri pada kebaikannya dan berusaha meniru kebaikan2 beliau
senin pekan depan, beliau akan kembali ke kampung halaman.. mungkin bunda akan merindukan tetangga yang bisa diajak ngobrol enak seperti beliau,,,
haruskah menunggu tua untuk menjadi ramah dan baik seperti beliau, mengingat, tetangga2 bunda semua masih muda2 (apalagi bunda lebih muda lagi) tetapi tidak ada yg seramah beliau...
makasih neneknya ifah.. bunda belajar banyak dari nenek ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar