Rabu, 7 November 2012..
Ba’da dhuhur.. perut terasa tidak bersahabat.. melilit,
mules kaya mau haid… tapi bunda tau,ini bukan haid melainkan ada bagian dalam
rahim bunda yang akan luruh..
Dari Ahad bunda udah nge-flek, tapi tanpa disertai rasa sakit..
rabu siang , fleknya bertambah banyak, dan perut jadi sakit
masyaAllah.. jadwal tindakan dengan dokter masih besok
pagi..
abi pun masih menunaikan tugasnya nun jauh disana..
tergeletak tak berdaya, galau dan hanya tangis yang bisa bunda lakukan saat
itu.. tangis takut, tangis bingung dan sejuta perasaan yang berkecamuk di
hati.. mengharapkan kehadiran abi as soon as possible jelas ga mungkin, karena
jarak yang harus ditempuh tidak bisa dibilang dekat.. 12 JAM..
tak ada pilihan lain..bunda harus ambil tindakan sendiri..
teringat mb tyas, yg menawarkan bantuannya kemaren, bunda pun minta tolong
minta diantar ke klinik untuk tes lab dan ambil resep untuk persiapan tindakan
besok, tak lupa tas komplit semua perlengkapan untuk menginap di RS, karena
bunda putuskan untuk nginap di RS, karena di rumah tak ada yg menemani kalau2
terjadi sesuatu yang tak diharapkan.
Bada ashar, bunda diantar mb tyas meluncur ke klinik, setelah itung sana sini, tyta biaya yg harus dikeluarkan kalau rawat
inap dari sore itu sekitar 3,5-4jt.. sementara kalau tanpa rawat inap besok
biayanya hanya 1,5 juta.. wowww… selisih 2jt “hanya” untuk menginap di kamar
klinik bersalin.
Bunda putuskan untuk istirahat di rumah saja, karena tante
tata dan budhe umi akan meluncur menemani bunda, sambil menunggu kedatangan
abi.
Kian malam, sakitnya makin tak tertahankan…
Pukul 22.00… ada obat yg harus diminum untuk persiapan tindakan besok pagi , setelah itu harus
puasa sampai esok hari tindakan..
Inilah malam terpanjanggggggg yg bunda alami selama ini..
diantara lilitan perut yg makin menjadi-jadi, tuk sekedar memejamkan mata sangat
susahh sekali, sesekali terpejam dan terbangun lagi, waktu terasa bergerak
lambaaat sekali bahkan serasa berhenti.. sempat terpikir untuk “menyerahkan diri” masuk rawat inap ke
klinik, namun bunda kuatkan diri tuk bertahan, karena pertimbangan bunda kalaupun bunda ke klinik
malam itu, toh tindakan juga tetep dilakuin esok harinya.
Berkali2 telpon abi dan menanyakan perjalanan udah sampai mana....
Kurang lebih tengah malam, perut semakin menjadi2, air panas
di botol yang sedari tadi menyeka perut tak kuasa meminimalisir rasa sakitnya…
tiba2.. jedug… berasa ada sesuatu yg terjadi di rahim bunda… seperti pengalaman
ketika air ketuban al dulu pecah. Bunda sudah menduga, samthing happen nih..
Setiap gerakan yg bunda lakukan, walaupun dalam keadaan
berbaring, terasa sekali ada darah yang mengalir.. hingga bunda tak kuasa
lagi untuk menahannya dan harus bergegas ke kamar mandi.
Ketika turun dari
tempat tidur… ooo.. ada sesuatu yg keluar deh kayanya.. ternyata benar, tak lagi cairan
merah segar yang keluar, tapi gumpalan darah sebesar kepalan tangan..
masyaAllah… mungkin itu kali ya "calon dedeknya Almair"
Dengan hati bergetar dan tak henti berusaha mengingat
nama-MU, bunda menguatkan diri untuk membersihkannya dan bergegas untuk rebahan
kembali..
Allahu akbar.. allahu akbar… inilah perjuangan yang bisa
bunda lakukan untuk melepasmu dedek.. rasa sakit tak tertahankan namun bunda
ikhlaskan dengan cinta tuk melepasmu nak.. karena bunda tak akan bisa
melakukannya 7 bulan mendatang.. bunda harus melepasmu “sekarang”…
Rasa sakitnya melebihi pengalaman kelahiran mas Al.. terasa
sakit sekali.. sakit fisik dan sakit di hati ini… sakit yg “mungkin” juga dedek
rasakan karena terasa berat sekali untuk meninggalkan rahim bunda..
Setelah kejadian itu, barulah bunda mulai bisa sedikit
sedikit tertidur.. perut sudah lebih bersahabat. Namun mata rasany masih susah
sekali terpejam, menanti kehadiran abi yg masih dalam perjalanan.
Pukul 03.00 lewat.. abi baru tiba di rumah,,
Ada aura ketenangan dan kenyamanan berhembus di hati bunda
seiring kedatangan abi…
Sesaat pun bunda bisa tertidur pulas hingga pagi menjelang…. malam yang panjanggggg pun berakhir, berganti dag dig dug dan gelisah menanti jam 07.00
jam 07.00 Menyongsong jadwal curetase ama SPOG..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar