22.11.12

Pre Curetace

sepenggal coretan yang sempat bunda tuangkan di kala "liburan" pekan kemaren..



Rabu, 7 November 2012..
Ba’da dhuhur.. perut terasa tidak bersahabat.. melilit, mules kaya mau haid… tapi bunda tau,ini bukan haid melainkan ada bagian dalam rahim bunda yang akan luruh..

Dari Ahad bunda udah nge-flek, tapi tanpa disertai rasa sakit..
rabu siang , fleknya bertambah banyak, dan perut jadi sakit

masyaAllah.. jadwal tindakan dengan dokter masih besok pagi..
abi pun masih menunaikan tugasnya nun jauh disana.. tergeletak tak berdaya, galau dan hanya tangis yang bisa bunda lakukan saat itu.. tangis takut, tangis bingung dan sejuta perasaan yang berkecamuk di hati.. mengharapkan kehadiran abi as soon as possible jelas ga mungkin, karena jarak yang harus ditempuh tidak bisa dibilang dekat.. 12 JAM..

tak ada pilihan lain..bunda harus ambil tindakan sendiri.. teringat mb tyas, yg menawarkan bantuannya kemaren, bunda pun minta tolong minta diantar ke klinik untuk tes lab dan ambil resep untuk persiapan tindakan besok, tak lupa tas komplit semua perlengkapan untuk menginap di RS, karena bunda putuskan untuk nginap di RS, karena di rumah tak ada yg menemani kalau2 terjadi sesuatu yang tak diharapkan.

Bada ashar, bunda diantar mb tyas meluncur ke klinik, setelah itung sana sini, tyta biaya yg harus dikeluarkan kalau rawat inap dari sore itu sekitar 3,5-4jt.. sementara kalau tanpa rawat inap besok biayanya hanya 1,5 juta.. wowww… selisih 2jt “hanya” untuk menginap di kamar klinik bersalin.
Bunda putuskan untuk istirahat di rumah saja, karena tante tata dan budhe umi akan meluncur menemani bunda, sambil menunggu kedatangan abi.

Kian malam, sakitnya makin tak tertahankan…
Pukul 22.00… ada obat yg harus diminum untuk persiapan tindakan besok pagi , setelah itu harus puasa sampai esok hari tindakan..
Inilah malam terpanjanggggggg yg bunda alami selama ini.. 
diantara lilitan perut yg makin menjadi-jadi, tuk sekedar memejamkan mata sangat susahh sekali, sesekali terpejam dan terbangun lagi, waktu terasa bergerak lambaaat sekali bahkan serasa berhenti.. sempat terpikir untuk “menyerahkan diri” masuk rawat inap ke klinik, namun bunda kuatkan diri tuk bertahan, karena pertimbangan bunda kalaupun bunda ke klinik malam itu, toh tindakan juga tetep dilakuin esok harinya.
Berkali2 telpon abi dan menanyakan perjalanan udah sampai mana.... 

Kurang lebih tengah malam, perut semakin menjadi2, air panas di botol yang sedari tadi menyeka perut tak kuasa meminimalisir rasa sakitnya… 
tiba2.. jedug… berasa ada sesuatu yg terjadi di rahim bunda… seperti pengalaman ketika air ketuban al dulu pecah. Bunda sudah menduga, samthing happen nih..
Setiap gerakan yg bunda lakukan, walaupun dalam keadaan berbaring, terasa sekali ada darah  yang mengalir.. hingga bunda tak kuasa lagi untuk menahannya dan harus bergegas ke kamar mandi. 
Ketika turun dari tempat tidur… ooo.. ada sesuatu yg keluar deh kayanya.. ternyata benar, tak lagi cairan merah segar yang keluar, tapi gumpalan darah sebesar kepalan tangan.. masyaAllah… mungkin itu kali ya "calon dedeknya Almair"
Dengan hati bergetar dan tak henti berusaha mengingat nama-MU, bunda menguatkan diri untuk membersihkannya dan bergegas untuk rebahan kembali..

Allahu akbar.. allahu akbar… inilah perjuangan yang bisa bunda lakukan untuk melepasmu dedek.. rasa sakit tak tertahankan namun bunda ikhlaskan dengan cinta tuk melepasmu nak.. karena bunda tak akan bisa melakukannya 7 bulan mendatang.. bunda harus melepasmu “sekarang”…
Rasa sakitnya melebihi pengalaman kelahiran mas Al.. terasa sakit sekali.. sakit fisik dan sakit di hati ini… sakit yg “mungkin” juga dedek rasakan karena terasa berat sekali untuk meninggalkan rahim bunda..

Setelah kejadian itu, barulah bunda mulai bisa sedikit sedikit tertidur.. perut sudah lebih bersahabat. Namun mata rasany masih susah sekali terpejam, menanti kehadiran abi yg masih dalam perjalanan.

Pukul 03.00 lewat.. abi baru tiba di rumah,,

Ada aura ketenangan dan kenyamanan berhembus di hati bunda seiring kedatangan abi…

Sesaat pun bunda bisa tertidur pulas hingga pagi menjelang…. malam yang panjanggggg pun berakhir, berganti dag dig dug dan gelisah menanti jam 07.00

jam 07.00 Menyongsong jadwal curetase ama SPOG..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar